Senin, 31 Agustus 2015

Ibu Ini Diusir dan Dimaki oleh Perokok di J.Co Gara-Gara Tak Mau Pindah


 Dalam Pergub DKI Jakarta disebutkan bahwa ruang merokok harus terpisah dan berada di luar gedung serta jauh dari pintu keluar gedung.

Aturan dilarang merokok di tempat umum memang sudah dibuat oleh Pemerintah Indonesia. Namun demikian, masih banyak perokok yang melanggar dan mengganggu orang lain, seperti yang terjadi pada Elysabeth Ongkojoyo.

Ibu dua anak ini mendapat pengalaman tidak menyenangkan dengan seorang perokok saat berada di cafe J.Co Donuts Mall Pluit Village, Jakarta Utara. "Mobil saya berada di bengkel dan saya harus menelepon ke sana apabila mobil selesai supaya bisa jemput anak saya yang sekolah di TK," tutur Elysabeth.

"Sekitar satu jam duduk menunggu, mendadak manajemen J.Co datang dan mengatakan ada orang merokok yang mau duduk di dekat saya. Saya menolak pindah karena saya bawa bayi dan ruangannya nyaman bagi saya dan bayi yang tidur," imbuhnya. "Saya bingung, bukannya Jakarta melarang merokok di mall?"

Tak lama berselang, ada seorang lelaki yang menghampirinya dan memintanya pindah. Karena tidak mau, Elysabeth justru mendapat makian. "Dia mulai mengajak saya bicara dan 'mengusir' saya secara halus. Waktu saya menolak, sebut saja itu oknum A, dia mulai memaki saya dengan kata kasar seperti goblok dan bego," jelasnya.

Pihak J.Co berusaha melerai, tetapi pria tersebut tetap saja terus memaki hingga akhirnya Elysabeth memilih keluar dari cafe. Saat keluar, Elysabeth melihat oknum A sudah duduk dan siap merokok.

Merasa diperlakukan tidak adil, Elysabeth kemudian menulis sebuah petisi di situs Change.org kepada Mall Lippo Pluit, J.Co Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama. Dengan judul "Saya dan Bayi Saya Terusir oleh Oknum yang Mau Merokok Di Dalam Mall", petisi ini sudah mendapat dukungan lebih dari 21 ribu orang. Apa Anda juga ingin mendukung petisi ini?
Berita Selengkapnya klik disini

Seram, Ada UFO Berwujud Mirip Pocong di Langit Los Angeles

Berbagai macam pendapat berbeda diutarakan netter terkait UFO berwujud mirip pocong yang tampak di langit Los Angeles.

Unidentifield Flying Object atau yang lebih dikenal dengan nama UFO kini sepertinya tengah gencar penampakan wujudnya. Kali ini UFO kembali tertangkap kamera berwujud mirip pocong di langit Los Angeles.
Videonya bisa dilihat di sini
9 Agustus lalu pengunjung taman Seqoia Park dikejutkan dengan penampakan UFO yang menyerupai wujud pocong melayang di langit. Penampakan tersebut kemudian berhasil diabadikan dari berbagai angle dengan beberapa kamera yang berbeda dan diunggah ke Youtube.

Masih belum jelas apakah penampakan tersebut memang UFO ataukah hanya sekedar bentuk awan yang berubah. Ada yang menganggap itu sebuah balon berwujud manusia yang terbang, ada juga yang berpendapat objek tersebut hanyalah tampilan hologram 3D yang dipancarkan ke langit.

"Itu terlihat seperti pria Michelin (logo pada salah satu merk ban) yang sedang beriklan," komentar akun Paul G. "Bukankah itu lebih mirip Stay Puff Marshmallow Man (Karakter fiktif dalam film '')??" komentar akun lainnya Zeta Reticuli.

Namun dilansir dari Techeblog, objek tersebut justru mirip dengan makhluk robot humanoid bewarna putih. "Meskipun terlihat mengambang, objek itu sepertinya tidak terbang dan bergerak," ujar seorang sumber dari Mysterious Universe.

Ribuan Orang Bersepeda Telanjang Ramaikan Philly Naked Bike Ride

 Ribuan Orang Bersepeda Telanjang Ramaikan Philly Naked Bike Ride

Tak hanya menampilkan tubuh telanjang, mereka juga mengecat tubuh dengan kreatif dan menaiki sepeda yang telah dimodifikasi

Pemandangan yang tak biasa terjadi di jalanan kota Philadelphia. Ribuan warga di segala usia menanggalkan pakaian mereka dan mengayun sepeda dalam keadaan telanjang di bawah teriknya sinar matahari.

Bukan tanpa alasan, kenekatan mereka tanpa busana itu dalam rangka mengikuti acara tahunan Philly Naked Bike Ride. Tak hanya menampilkan tubuh telanjang, mereka juga mengecat tubuh dengan kreatif dan menaiki sepeda yang telah dimodifikasi.

Sebanyak 3.000 peserta yang ikut berpatisipasi harus mengayun sepeda mereka sejauh 12 mil melalui kota Brotherly Love. Selanjutnya rute tersebut juga melalui University City, sekitar taman Rittenhouse Square kemudian ke Balai Kota melewati Chinatown.



"Saya seorang nudist dan saya percaya pada kebebasan tubuh," ujar Debbie Kaigh yang telah berpartisipasi sebanyak tiga kali. "Dan aku seorang pengendara sepeda."

Penyelenggara Philly Naked Bike Ride berharap acara tersebut dapat mendorong orang untuk lebih menyukai bersepeda. Selain itu juga untuk mendukung ketelanjangan sebagai bagian normal dari hidup yang menyenangkan.

Sementara itu, Philly Naked Bike Ride yang digelar pada musim panas tahun ini adalah gelaran ketujuh sejak tahun 2009 silam. Acara ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran konsumsi bahan bakar serta citra tubuh yang positif.

Munculnya Bulan Berdarah September 2015 Sinyal Kiamat?


Kemunculan Blood Moon keempat dalam tahun ini disinyalir menjadi pertanda buruk dari kehancuran dunia.

Bulan September mendatang tampaknya akan menjadi bulan penuh kehebohan akan adanya kiamat. Setelah isu hantaman asteroid yang akan menabrak lapisan Bumi, kini munculnya Bulan berdarah atau Blood Moon di bulan yang sama disinyalir akan menjadi pertanda dari kehancuran dunia.

Pertanda buruk dari Blood Moon tersebut dituturkan oleh John Hagee dan Mark Blitz yang merupakan seorang menteri keagamaan. Keduanya mengatakan empat Blood Moon sejak April tahun ini dan berjarak enam bulan penuh bisa menjadi sinyal dari akhir dunia.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan, mereka melihat hal itu dari kitab Joel yang merupakan bagian dari Alkitab Ibrani. Di sana dituliskan bahwa Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan Bulan berwarna kemerahan sebelum akhirnya "Kehancuran dari Tuhan akan tiba".

Dilansir dari Metro, Sabtu (29/8), memasuki tanggal 28 September mendatang atau peralihan dari hari Minggu malam ke hari Senin dini hari Bumi akan berada dalam keadaan sangat gelap dan terang dalam beberapa menit. Keadaan tersebutlah yang merupakan dampak dari munculnya Bulan berdarah atau Blood Moon.

Pada pukul 02.00 dini hari Bulan akan lebih dekat dengan Bumi dari pada biasanya dan akan terlihat sangat terang. Sementara pada pukul 03.00 dini hari Bumi akan berada diantara Bulan dan Matahari sehingga Bulan akan terlihat berwarna tembaga atau kemerahan.

Keadaan tersebut akan berlangsung selama satu setengah jam sampai pukul 04.30 menjelang pagi hingga penampakan Bulan terlihat penuh. Bagaimana menurut Anda? Apakah dunia benar akan kiamat pada September mendatang?

Ajaib, Salah Satu Hewan Terlangka di Temukan di Papua Nugini



  Ajaib, Salah Satu Hewan Terlangka di Temukan di Papua Nugini

Hewan yang disangka telah punah oleh banyak ilmuwan ini secara ajaib muncul kembali sejak terlihat terakhir pada 31 tahun silam.

Para ilmuwan biologi dikejutkan dengan hewan laut dari keluarga nautilus, allonautilus scrobiculatus yang tiba-tiba muncul dari dasar perairan pulau Ndrova, Papua Nugini. Hewan yang disangka telah punah oleh banyak ilmuwan ini secara ajaib muncul kembali sejak terlihat terakhir pada 31 tahun lalu.

Hewan moluska yang telah ada sejak 500 tahun silam itu termasuk salah satu hewan terlangkah di dunia. Mulai tahun 1984, seorang ilmuwan biologi dari University of Washington, Peter Ward telah menjelajah lautan untuk menemukan hewan langkah tersebut.

Peter bersama para rekannya melempar umpan berupa daging ayam dan ikan yang digantung pada tiang setinggi 500 dan 1.300 kaki di bawah permukaan selama 12 jam. "Kami mulai menggunakan cara ini pada tahun 2011," cerita Peter seperti dilansir dari Mirror, Sabtu (29/8).

Penantian panjang Peter dan para rekannya itu akhirnya membuahkan hasil pada bulan Juli silam. Seekor nautilus muncul dibarengi dengan nautilus lainnya di kedalaman sekitar 600 kaki.



"Mereka begitu tebal, berbulu dan berlendir di sekitar cangkangnya," ujar Peter. "Pertama kali melihatnya, kami begitu terkejut."

Pencarian Peter tersebut tak hanya membuat dunia dihebohkan dengan makhluk yang telah disangka punah bertahun-tahun silam, namun juga membuatnya mendapatkan kucuran dana dari National Geographic, National Science Foundation dan Tiffany & Co Foundation. Selain itu Peter juga dapat menelusuri lebih jauh apakah nautilus hanya tersebar di Papua Nugini saja atau menghuni pulau lainnya